0812-2799-1111
Select Page

 

Sebagai salah satu generasi motor paling legendaries, RX King memiliki reputasi yang layak disegani oleh rival-rivalnya. Selama lebih dari 20 tahun, RX King mampu memikat hati pengguna kendaraan bermotor di Indonesia terbukti dengan hasil penjualan yang cukup fantastis. Bahkan, motor ini masih sangat diminati hingga sekarang dengan harga jual yang berada di atas rata-rata jika dibandingkan dengan motor bekas yang lain. Sebagian motor RX King juga bahkan bisa terjual dengan harga puluhan juta rupiah. Sebenarnya, jika menilik dari sejarahnya, motor ini sudah hadir sejak tahun 1977. Adalah motor RX 100 yang pertama kali diluncurkan oleh Yamaha. Nama ini tidak lain diambil dari volume silinder yakni 100 cc. Tidak lama setelah motor RX 100 diluncurkan, Yamaha mengeluarkan generasi selanjutnya yakni RX S kemudian berlanjut RX King. Nah, kali ini yang akan diulas lebih jauh yakni perbedaan RX King, RX K, RX S dan RX 100.

Perbedaan RX King, RX K, RX S dan RX 100: Tahun Produksi

Yamaha yang tidak lain merupakan salah satu pabrik kendaraan bermotor paling terkenal di dunia telah lama menjadi idola di tanah air. Sejumlah kendaraan bermotor yang dikeluarkan oleh pabrik ini memang terkenal mempunyai performa mesin yang tidak main-main terbukti dengan ketangguhan mesin motor berbagai generasi RX yang telah mewarnai pasar tanah air sejak tahun 1977 hingga tahun 2011. Sebagai motor dua tak, RX memang terkenal dengan suara knalpotnya yang bising. Bukannya membuat pengguna kendaraan berpaling tetapi suara knalpot yang bising tersebut justru memikat hati banyak orang karena dianggap khas. Bukan hanya itu yang membuat motor ini banyak diminati melainkan juga karena performa mesin dan akselerasi yang memuaskan.

Generasi selanjutnya adalah RX S yang diluncurkan dari tahun 1981 hingga 1983. RX S menggantikan RX 100 yang  telah dipensiunkan oleh Yamaha. Sama seperti RX 100, motor RX S juga mampu memikat perhatian banyak pengguna kendaraan bermotor di tanah.

Tidak lama setelah kemunculan RX S, selang dua tahun kemudian tepatnya pada tahun 1983, Yamaha meluncurkan RX King atau RX K untuk menggantikan RX S. Ini adalah generasi RX yang paling populer dan legendaries di tanah air. Selama lebih dari 20 tahun, motor ini dijual bebas di pasaran. Bahkan, meskipun saat ini Yamaha sudah tidak memproduksinya lagi namun motor bekas RX masih banyak diminati.

Perbedaan RX King, RX K, RX S dan RX 100: Spesifikasi Mesin Yamaha RX 100

Generasi RX yang pertama kali muncul di tanah air adalah RX 100 pada awal tahun 1977. Motor ini bertahan di pasar tanah air hingga tahun 1981 sebelum akhirnya Yamaha mengeluarkan generasi selanjutnya. Kapasitas mesin motor ini memang terbilang kecil namun tidak dapat dianggap remeh karena mampu mengeluarkan tenaga yang tidak main-main hingga 11.5 tenaga kuda. Motor RX 100 juga unggul soal akselerasi. Hanya dibutuhkan 7.5 detik untuk motor ini mencapai kecepatan 60 km/jam dari 0. Motor ini juga mampu mencapai kecepatan maksimal hingga 110 km/jam yang tentu capaian luar biasa untuk motor 2 tak di tahun 1977. Bukan hanya itu, satu hal lain yang membuat motor ini legendaries adalah konsumsi bahan bakarnya yang irit. 1 liter bahan bakar bisa digunakan untuk menempuh jarak 40 km. Dengan kapasitas maksimal tangki bahan bakar 10.5 liter maka jelas motor ini sangat handal untuk menempuh jarak jauh. Perbedaan King dan RX 100 terlihat dari jumlah percepatan manualnya. RX 100 hanya punya 4 percepatan sedangkan RX King punya 5 percepatan manual.

Yamaha RX S

[img type=”squre” responsive=”true”] rx-s[/img]

Selepas Yamaha menghentikan produksi RX 100, Yamaha melanjutkan produksi generasi selanjutnya yaitu Yamaha RX S yang mulai dijual pada tahun 1981 hingga tahun 1983. Meskipun masa penjualannya terbilang singkat yakni hanya 3 tahun saja namun catatan penjualan motor ini cukup memuaskan. Yang membedakan RX S dengan RX 100 adalah kapasitas mesinnya yang lebih besar. RX S tampil dengan mesin 2 tak berkapasitas 115 cc dengan 1 silinder miring. Perbandingan ratio mesin ini adalah 6:6:1. Mesin RX S mampu memuntahkan daya maksimal sebesar 15.5 tenaga kuda dengan torsi maksimal sebesar 1.35. Untuk sistem pelumas, motor ini menggunakan Autolube. Seperti kebanyakan motor di jamannya, motor ini masih tampil hanya dengan sistem starter manual atau kick starter. Tidak berbeda dengan RX King, RX S juga tampil dengan 5 percepatan transmisi manual dengan sistem pengapian CDI.

Tangki bahan bakar RX S mampu menampung hingga 9 liter dengan kapasitas oli samping sebesar 1.3 liter. Untuk suspensi depan, RX S mengandalkan teleskopik sedangkan suspensi belakang mengandalkan swing arm. Sistem pengereman di bagian depan adalah cakram tunggal dan rem tromol untuk sistem pengereman belakang.

Yamaha RX King/RX K

 

[img type=”squre” responsive=”true”]rx-k[/img]

RX King merupakan generasi terakhir dari motor Yamaha RX yang mampu bertahan selama lebih dari 20 tahun. RX King sendiri juga terdiri dari empat generasi yang berbeda. Yang pertama adalah RX King Cobra yang terkenal dengan bentuk stang khas menyerupai leher ular kobra. Generasi kedua adalah RX King Spesial kemudian berlanjut generasi ketiga yakni RX King Master. Generasi terakhir yang diproduksi hingga tahun 2009 adalah New RX King (baca King terbaru) dengan tampilan yang paling modern dibanding generasi-generasi sebelumnya. Sebenarnya, seluruh generasi RX King ini tidak mempunyai perbedaan yang signifikan terkait spesifikasi mesinnya. Hanya tampilan bodi eksteriornya yang cukup berbeda.

Berikut adalah informasi secara umum terkait spesifikasi mesin RX King 4 generasi. Seluruh generasi RX King menggunakan mesin bertipe 2 tak dengan sistem pendingin udara dan silinder bervolume 132 cc. RX King tampil dengan transmisi manual 5 percepatan dengan 1 silinder miring. CDI digunakan sebagai sistem pengapian sedangkan Autolube dipilih untuk sistem pelumas. Kapasitas maksimal tangki BBM dari RX King adalah 9.5 liter dengan kapasitas maksimal oli samping sebesar 1 liter. RX King mempunyai suspensi depan bertipe teleskopik dan suspensi belakang bertipe swing arm. Berat kosong motor ini hanya 100 kg saja.

Performa dan akselerasi RX King jelas tidak diragukan lagi terbukti dari kecepatan dan akselerasinya yang menakjubkan. Daya maksimal yang dapat diproduksi mencapai 18.5 tenaga kuda dengan torsi maksimal 1.54 Kgf. Mesin RX King juga dilengkapi dengan rem depan bertipe cakram double piston dan rem belakang bertipe tromol. Seluruh rangkaian spesifikasi mesini RX King tidak diragukan lagi menjamin performa yang selalu handal. Bahkan di kala motor ini sudah berusia belasan dan puluhan tahun, performanya masih sangat mumpuni.

Perbedaan RX King, RX K, RX S dan RX 100 jelas sangat menarik untuk diulas. Meskipun terdapat perbedaan namun seluruh generasi motor Yamaha RX memiliki performa yang handal dan tangguh.